Aplikasi sistem keuangan desa atau siskeudes versi 2.0

yang dikembangkan oleh BPKP memiliki berbagai manfaat yang baik bagi desa.

“Aplikasi siskeudes ini merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh BPKP dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa, dengan memiliki tujuan untuk memudahkan pelaporan keuangan, selain itu juga untuk memberikan tatanan dalam pengelolaan keuangan dengan secara optimal, serta sebagai alat kendali atau tolak ukur bagi 1. pengelolaan keuangan desa 2. Pengelolaan ttng BUMDES 3. Pelaporan aset desa atau semua yg berkaitan dgn pemdes, sehingga tidak keluar dari peraturan perundang-undangan”, tuturnya.

Ka.BPKP juga berpesan kepada seluruh peserta workshop yang merupakan para kepala dinas pmd se-prov.jabar untuk dapat mengikuti kegiatan dengan seksama dan ambil materi yang baik.

“dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas aparatur pemerintahan desa dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa di wilayah masing-masing, meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan desa serta mewujudkan sistem pertanggungjawaban keuangan desa secara lebih baik”, pesannya.

Sementara itu, Kasubdit BPKP RI Bidang Pengawasan Keuangan Daerah, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia,mengatakan bahwa aplikasi siskeudes versi 2.0 merupakan aplikasi perubahan dari versi 1.0.

“aplikasi siskeudes versi 2.0 ini memang berubah sesuai mengikuti perubahan regulasi yang ada, karena sekarang dengan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2018 banyak hal yang harus disesuaikan dalam aplikasi siskeudes versi 2.0 ini yg akan digabungkan dgn aplikasi omspan”, katanya.

Bahwa dengan adanya aplikasi sistem keuangan desa atau siskeudes versi 2.0 dapat memudahkan aparat desa dalam pelaporan dana APBDes.

Lanjut menyampaikan bahwa aplikasi siskeudes ini berbasis offline dan online yang bisa digunakan di desa manapun baik itu yang terjangkau akses internet maupun yang belum terjangkau akses internet.

“desa yang belum ada jaringan internet nanti dia bisa export import hasil laporan pakai flashdisk, yang penting di desa tersebut ada laptop, install aplikasinya di laptop, kemudian kita gunakan, aplikasi ini bisa digunakan dalam keadaan offline maupun online bisa pakai, nanti kalaulah aparat desa tiba di Kecamatan atau dinas terkait yang ada sinyal internetnya baru naikkan laporan secara online”, ucapnya.